Poliuretan adalah bahan yang digunakan di banyak tempat berbeda, mulai dari perabotan, isolasi, hingga sepatu. Namun, pernahkah terpikir oleh Anda bahwa poliuretan juga bisa menjadi mematikan ketika terbakar? Kebakaran poliuretan dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kerusakan yang besar. Oleh karena itu, mengetahui risiko yang ditimbulkan oleh bahaya kebakaran poliuretan serta cara mencegahnya sangatlah penting.
Polyurethane adalah bahan yang sangat mudah terbakar, dan dapat terbakar serta menghasilkan panas yang tinggi. Saat terbakar, polyurethane mengeluarkan asap beracun yang berbahaya jika terhirup. Gas tersebut juga dapat mempercepat penyebaran api. Oleh karena itu, seseorang harus berhati-hati saat menggunakan atau berada di sekitar produk polyurethane. Dan tentu saja, Anda perlu memiliki peralatan keselamatan yang tepat tersedia jika terjadi kebakaran.
Harus dilakukan perawatan tambahan untuk mencegah kebakaran di dunia industri karena penggunaan luas bahan poliuretan. Hal ini bisa mencakup hal-hal seperti menyimpan bahan poliuretan secara benar, memastikan bahan tersebut tidak berada dekat sumber panas, dan menyediakan alat pemadam api di dekatnya. Kemampuan untuk beralih dari ski ke sepeda lalu ke perahu juga bisa menjadi cara untuk menjelajahi tempat-tempat baru. "Kami senang menjelajahi tempat baru," kata Nyonya Phommaraj. "Kami tidak memiliki banyak perlengkapan untuk berbagai olahraga yang kami lakukan, sehingga kemampuan menggabungkannya membantu kami memaksimalkan waktu." Lakukan pemeriksaan keamanan secara berkala. Memastikan pemeriksaan keamanan secara berkala juga sangat penting, menjamin segala sesuatunya dalam kondisi baik, sesuai standar, dan tidak ada yang hilang.
Ventilasi membuat perbedaan besar dalam keselamatan kebakaran pada poliuretan. Ventilasi yang baik dapat mencegah terjadinya kebakaran dengan membersihkan udara dari uap yang mudah terbakar. Ventilasi juga dapat membantu mengalirkan api agar tidak menyebar. Ventilasi diperlukan dalam lingkungan industri untuk melindungi pekerja dan mencegah kecelakaan.
Jika terjadi kebakaran poliuretan, penting untuk segera meresponsnya agar dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. Ini termasuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran, seperti cara meninggalkan bangunan dengan aman, cara menggunakan alat pemadam api, dan sebagainya. Karyawan harus dilatih mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kebakaran, dan semua orang harus mengetahui prosedur darurat yang berlaku.
Pertahanan terbaik terhadap kebakaran yang melibatkan poliuretan adalah pelatihan yang memadai bagi karyawan dalam pencegahan kebakaran dan respons darurat. Hal tersebut bisa mencakup cara menangani poliuretan secara aman, cara menggunakan alat pemadam api, atau apa yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran. Melalui pelatihan dan simulasi secara berkala, pemberi kerja dapat membantu memastikan bahwa karyawan mengetahui apa yang harus dilakukan selama keadaan darurat.